Membuat file MAP (konfigurasi layer-layer) bag. ketiga
Pada artikel sebelumnya, telah dibuat beberapa kode di file MAP, dalam artikel ini saya akan membahas konfigurasi layer-layer peta yang kita miliki di file MAP.
Kita akan membuat pada peta di Chameleon dengan menggunakan 3 layer:
1. Layer “Sungai”
2. Layer “Poli Bantu”
3. Layer “Administrasi”
Saya akan membahasnya satu persatu.
LAYER “SUNGAI”
#
# Start of layer definitions
#
LAYER
GROUP "Polygon"
NAME sungai
METADATA
"DESCRIPTION" "Sungai"
"GROUP" "Polygon"
"LAYER" "sungai"
END
TYPE POLYGON
STATUS ON
DATA sungai
CLASS
NAME "Sungai"
COLOR 23 149 247
OUTLINECOLOR 23 149 247
END
PROJECTION
"init=epsg:4269"
END
END # layer
GROUP, digunakan untuk pengklasifikasian grup, untuk layer “sungai” kita masukkan ke grup polygon.
NAME, layer “sungai” diberi nama variabel “sungai”.
METADATA, kode ini digunakan untuk menghubungkan ke file DBF yang dimiliki oleh layer.
TYPE, tipe layer terdiri dari 3 jenis, yaitu tipe “Polygon”, “Line” dan “Point”.
STATUS, nilai variabel STATUS adalah ON menandakan bahwa layer “sungai” akan muncul sewaktu pertama kali halaman web ditampilkan. jika kamu tidak ingin memunculkan layer “sungai” pada saat awal tampilan, dapat diganti nilainya menjadi OFF
DATA, variabel ini diisikan dengan nilai “sungai” yang merujuk ke file “sungai.dbf”, harap diingat bahwa penamaan file tidak boleh memiliki karakter spasi, misalkan “sungai besar”, dapat diganti dengan “sungai_besar”.
COLOR, warna sungai, dengan kode RGB.
OUTLINECOLOR, warna garis tepi, dengan kode RGB.
PROJECTION, atau proyeksi disamakan nilainya dengan variabel PROJECTION di atas
Nilai Pada CLASS=>NAME sama dengan METADATA=>DESCRIPTION
LAYER POLI_BANTU
LAYER
GROUP "Polygon"
NAME poli_bantu
METADATA
"DESCRIPTION" "Poli_Bantu"
"RESULT_FIELDS" "NAMA"
"GROUP" "Polygon"
"LAYER" "poli_bantu"
END
TYPE POLYGON
STATUS ON
DATA poli_bantu
LabelItem "NAMA"
CLASSITEM "ID"
CLASS
EXPRESSION "1"
NAME "Poli_Bantu"
COLOR 23 149 247
OUTLINECOLOR 0 0 0
LABEL
COLOR 255 255 255
FONT fritqat-italic
TYPE truetype
SIZE 7
POSITION AUTO
PARTIALS FALSE
END
END
TOLERANCE 0
TOLERANCEUNITS PIXELS
PROJECTION
"init=epsg:4269"
END
END # layer
Pada layer Poli_bantu, di CLASS terdapat EXPRESSION yang memiliki nilai “1″, nilali tersebut adalah data (poli_bantu.dbf) yang dimiliki oleh layer poli_bantu, tepatnya yang berada di kolom poli_bantu.dbf “NAMA” ( METADATA=>RESULT_FIELDS).
Setelah baris kode EXPRESSION “1″, terdapat konfigurasi warna, jenis huruf, ukuran, dan posisi tulisan jika data (poli_bantu.dbf) pada kolom “NAMA” memiliki nilai “1″.
Jika kamu memiliki data pada kolom “NAMA” sama dengan “2″, kamu dapat memperlakukan beda dari warna, ukuran, dan juga jenis huruf, sebagai pembeda dengan data yang bernilai “1″.
LAYER ADMINISTRASI
LAYER
GROUP "Polygon"
NAME adm
METADATA
"DESCRIPTION" "Administrasi"
"RESULT_FIELDS" "KECAMATAN"
"GROUP" "Polygon"
"LAYER" "adm"
END
TYPE POLYGON
STATUS ON
DATA adm
LabelItem "KECAMATAN"
CLASSITEM "ID"
CLASS
TEMPLATE "ttt_query.html"
EXPRESSION "1"
NAME "Administrasi"
COLOR 255 204 0
OUTLINECOLOR 0 0 0
LABEL
COLOR 0 0 0
OUTLINECOLOR 255 255 255
FONT fritqat-italic
TYPE truetype
SIZE 7
POSITION AUTO
PARTIALS FALSE
END
END
CLASS
TEMPLATE "ttt_query.html"
EXPRESSION "2"
NAME "Administrasi"
COLOR 255 255 102
OUTLINECOLOR 0 0 0
LABEL
COLOR 0 0 0
OUTLINECOLOR 255 255 255
FONT fritqat-italic
TYPE truetype
SIZE 7
POSITION AUTO
PARTIALS FALSE
END
END
CLASS
TEMPLATE "ttt_query.html"
EXPRESSION "3"
NAME "Administrasi"
COLOR 255 153 51
OUTLINECOLOR 0 0 0
LABEL
COLOR 0 0 0
OUTLINECOLOR 255 255 255
FONT fritqat-italic
TYPE truetype
SIZE 7
POSITION AUTO
PARTIALS FALSE
END
END
CLASS
TEMPLATE "ttt_query.html"
EXPRESSION "4"
NAME "Administrasi"
COLOR 221 188 119
OUTLINECOLOR 0 0 0
LABEL
COLOR 0 0 0
OUTLINECOLOR 255 255 255
FONT fritqat-italic
TYPE truetype
SIZE 7
POSITION AUTO
PARTIALS FALSE
END
END
TOLERANCE 0
TOLERANCEUNITS PIXELS
PROJECTION
"init=epsg:4269"
END
END # layer
Berikut ini saya sertakan data spasial layer-layer yang nanti kita butuhkan dalam pengaplikasi mapserver dan chameleon
ok mas … nice tutoz … yang menjadi pertanyaan saya, mapserver ini support untuk data 3D gak ya ??? thanks ya
pitrasacha
Agustus 22, 2007 at 2:43 am
Saya baru dalam mapserver, dimana saya bisa tau penejelasan awal mapserver + chameleon?
Terima kasih.
asmansjah
Oktober 9, 2007 at 2:25 pm
Good tutor.
Saya sudah mencoba sampai disini, pertanyaan saya : Bagaimana mendapatkan(query) informasi dari tiitk(point) yang diinginkan??? Bagian mana yang harus dirubah???
andra
November 8, 2007 at 4:27 pm
Trima kasih responnya. Yang saya maksud disini script untuk menampilkan informasinya
Tolong ya mas… bingung berat nih. O ya ada pertanyaan tambahan. Saya ada dapat citra landsat sebuaug daerah. File”nya berextensi .alg, .aux, .ers, .rrd, .erv ,buka filenya pake apliaksi apa ya??
andra
November 12, 2007 at 11:10 am
keren,,
udah ada dalam bentuk bukunya belum mas,,? bisa jadi tutor ke kampus ga,,?
thx,,
vina
Desember 3, 2007 at 12:48 pm
akhirnya nemu lagi web yang berbobot, thx tutorialnya
kalo udah jadi bukunya tolong informasikan ke email saya, n kalo bisa bahasan mulai dari cara pembuatan data spatial/ peta
thx
tedy
Desember 4, 2007 at 10:14 am
wah Alhamdulillaah saya nemu tutorial yang mas bikin. kemaren2 saya mentok banget, sekarang ada titik terang.
mas, saya boleh nanya ya
1. di chameleon kan sudah ada chameleon.map yang ada di root \ms4w\apps\chameleon\samples\map, menurut mas, apa saya cukup modifikasi file chameleon.map tersebut sesuai file shp yang saya pakai, atau saya buat chameleon.map yang baru?
2. di chameleon.map yand sudah ada di root tersebut, EXTENT dan PROJECTION nya berbeda dengan yang ada dalam tutorial mas :
di chameleon.map yang sudah ada :
EXTENT -2594561 -712631 3467361 3840000
PROJECTION
“init=epsg:42304″
di tutorial mas :
EXTENT 287087.190338 9236933.007130 296637.946419 9242847.100283
PROJECTION
“init=epsg:4269″
kenapa ini berbeda, mas? gimana cara menentukan EXTENT dan PROJECTION nya? karena peta shp saya masih belum bisa muncul. apa mungkin ini sebabnya?
3. dalam tutorial mas, mas mencontohkan menggunakan “Sample using XML Theme Legend” untuk diutak atik. kalau saya menggunakan “Sample using widgets from the Enhanced widget group” bisa gak mas? maksudnya, apa langkah-langkahnya sama? sebab saya pikir yang “Sample using widgets from the Enhanced widget group” tampilan layernya lebih simpel, tidak dibagi2 jadi “raster”, “polygon”, “line”, “point” dan “other”.
4. ketika membuka sampel chameleon yang “Sample using XML Theme Legend”, seperti dalam tutorial mas, itu nge-link nya ke “sample_enhanced_themelegend.phtml” kan mas. kemudian saya buka file phtml tersebut pake macromedia, dan sebagian isi file nya begini:
<?php
/*
* this is a sample of a minimal application script required to
* get a chameleon application running with a template and a
* local map file. Most applications should actually just
* copy this file and modify the template and mapfile
* parts and should not need to do a lot more here.
*/
include( “../../htdocs/chameleon.php” );
$szTemplate = “./sample_enhanced_themelegend.html”;
$szMapFile = “../map/chameleon.map”;
isinya saya artikan bahwa sample_enhanced_themelegend.phtml membaca 3 file untuk bisa bekerja yaitu chameleon.php, sample_enhanced_themelegend.html, dan chameleon.map. bener gak mas, kalau saya artikan begitu? kemudian pertanyaan saya: untuk bisa menampilkan peta shp nya, apakah konfigurasi harus dilakukan di ketiga file tersebut atau cukup mengkonfigurasi chamelon.map saja?
gitu dulu ni mas. mohon bantuannya ya mas, karena saya belum berhasil menampilkan peta shp nya. saya udah mumet banget ni mas utak atik jungkir balik atas bawah depan belakang, kok masih belum berhasil. penasaran mas, apanya yang masih gak bener.
sebelumnya makasih banget ya mas..
-don-
donny
Januari 30, 2008 at 2:12 pm
oke, sip. matur suwun, mas. terimakasih banget, mas atas tanggapannya. please keep doing this good work of yours, helping us having difficulties.
-don-
donny
Februari 5, 2008 at 5:20 pm
mas boleh tanya lagi ya.
saya tetep belum bisa menampilkan petanya ni mas.
saya sudah mengkonfigurasi file chameleon.map sesuai file SHP yang saya pakai, tapi belum peta tersebut belum bisa ditampilkan.
kemudian coding dalam tutorial mas dari “membuat file map bagian pertama sampai ketiga” saya coba di run di mapserver. coding tersebut copy di wordpad dan saya save as “chameleon.map” kemudian saya masukkan di c:\ms4w\apps\chameleon\sample\map, sedangkan file chameleon.map yang asli saya pindahkan dulu. shapefile dari tegal.zip yang mas sertakan saya masukkan di c:\ms4w\apps\chameleon\sample\data\tegal. peta tersebut masih belum bisa ditampilkan. yang keluar adalah eror yang sama:
”
Warning: [MapServer Error]: msLoadMap(): in C:\ms4w\apps\chameleon\htdocs\common\wrapper\map_session.php on line 215
Warning: Failed to open map file C:\ms4w\apps\chameleon\samples\htdocs\/../map/chameleon.map in C:\ms4w\apps\chameleon\htdocs\common\wrapper\map_session.php on line 215
Fatal error: Call to a member function set() on a non-object in C:\ms4w\apps\chameleon\htdocs\widgets\KeyMap\KeyMap.widget.php on line 197
”
saya udah buka map_session.php on line 215 adalah: $this->oMap = ms_newMapObj($szMapFile, $szMapFilePath);
sedangkan KeyMap.widget.php on line 197 adalah: $oExt->set( “minx”, $this->maParams["MINX"] );
saya pakai ms4w versi 2.2.6 dan chameleon 2.4
mohon bantuannya mas
terimakasih, mas
-don-
donny
Februari 19, 2008 at 12:23 pm
mas mo tanya nich… klo buat munculin statistik contentnya dalam bentuk chart bisa ga ya klo lewat web? mohon penjelasannya , thanks…
jpodnegara
Mei 26, 2008 at 9:55 am
Statistik untuk layer SHP ? kalau gitu bisa menggunakan widget OWTChart di chameleon, letaknya di C:\ms4w\apps\chameleon\htdocs\widgets\OWTChart
klanjabrik
Mei 26, 2008 at 11:14 am
Untuk pertanyaan mapserver, bisa mengunjungi http://mapserver.wordpress.com/, thanks
klanjabrik
Mei 26, 2008 at 11:14 am
maaf mau tanya saya ingin membuat peta interaktif tapi saya tidak tau harus mulai dari mana,pakai sofware apa
maksih
ax_deco
Agustus 2, 2008 at 2:30 am
mas mau tanya nich….
saya mhsw tk 4 yang sedang menyusun script ttg GIS, saya baru mengenal GIS. GIS yang akan saya buat tentang peta ruang kuliah di kampus saya. Data yang tersedia dlm bentuk .dwg, data ini udah saya convert ke dlm benruk .shp memakai software CAD2Shape 4.0, trus udah saya edit juga .dbf ny. Yang mau saya tanyakan : kenapa saat dibikin mapfile dan kemudian di running, peta ny ga muncul sama sekali (padahal syntaknya baru dalam bentuk peta sederhana)?, g ada pesan error juga (berarti syntak2 yang udah saya bikin g ada kesalahan kan..??) trus salah ny dimana tuch mas?
mohon penjelasannya…
terimakasih sebelumny…
windy
Agustus 22, 2008 at 1:10 am